Percobaan ini (saya gunakan kata percobaan, karena kalau penelitian kesannya resmi banget) dilakukan atas dasar rasa penasaran atau keingintahuan praktikan terhadap perkecambahan benih saga. Benih saga (Abrus precatorius) mungkin belum begitu dikenal secara luas sebagai obat herbal yang mampu menyembuhkan sariawan. Bisa disebut perdu, berkayu namun tak setinggi pohon. Benihnya cukup cantik, seperti mote alias mutiara yang dibuat kalung, cukup tersamarkan dengan warnanya yang cerah. Daunnya mirip daun Tamarindus indica.
Abrus precatorius
Keluarga saya sudah lama menjadikan daun saga sebagai obat andalan sariawan, sebab hanya 2-3 kali konsumsi saja sariawan bisa agak mendingan. Nah, yang disayangkan adalah keberadaan pohon saga ini agak susah ditemui (kalau dibilang langka, beberapa rumah masih ditemui walau cukup jarang). Perbanyakan tanaman saja ini bisa dilakukan melalui biji (benih-nya), namun untuk menunggu benih tersebut dapat berkecambah membutuhkan waktu yang cukup lama. Pernah, keluarga saya mencoba mengecambahkannya dengan direndam air biasa dan itu membutuhkan waktu berbulan-bulan sampai benihnya bisa berkecambah.
Kebetulan saya kuliah S1 di Agronomi dan mengambil mata kuliah benih lengkap (Dasar dan Teknologi, Produksi dan Pengolahan, serta Pengujian Mutu dan Penyimpanan Benih). Sedikit-sedikit tahu tentang benih. Setelah melihat bentuk benihnya, pontan saya usulkan "coba direndam dengan air panas, mungkin lebih cepat". Sebenernya agak deg-degan juga kalau apa yang saya usulkan itu ternyata salah.
direndam air panas
Okee..., airnya nggak perlu panas 100 derajat Celcius. Cukup panas saja, kalau untuk skala membenihkan sendiri saja sudah cukup. Tapi kalau jadi benar-benar penelitian, kadar suhunya harus benar-benar terukur. (Pengin deh rasanya lanjut S2 dan nanti meneliti tentang ini secara lebih formal, Aamiin... :D).
Saya memulai perendaman pukul 20.00 kemaren malam (15 September 2012). Nah, lihat ni 12 jam setelah perendaman. Ternyata belum ada perubahan apa-apa :D:D... Sabar....
Hasil selanjutnya, tunggu up date-annya ya... :D. Insya Alloh akan terus dipantau perkembangannya.
link tentang khasiat daun saga bisa baca disini dan disini
Iseng itu indah, dan siapa bilang iseng itu selalu tidak berguna?
mari ber-iseng2 ria :D
Semoga bermanfaat...
![]() |
| tombol lift yang jadul banget ^^ |

![]() |
| ni bangunan ky kapal nggak sih?? hehe |
![]() |
| Ruang Belimbing |
![]() |
| lorong sepanjang ruangan |
![]() |
| ruang durian |
Usia kampus ini
tentunya jauh lebih tua dibanding dengan usia-ku (hehe..). Walaupun tua, tapi
menurutku ada nilai “unique” pada bangunan kampus ini. Selain tetap terlihat
kokoh dan bersahaja, ada nilai artistik dari desain arsitektur-nya. Ini hanya
opini sih, buat pembaca juga boleh punya pendapat lain. Desain-nya mirip kapal
kalau dilihat dari atas (salah satu sisi-nya, kebetulan aku sudah berulang kali
masuk di Agropark-nya), ada bangunan ditengah yang menurutku mirip rumah yang
ada ditengah kapal, trus seperti ada menara pengintai.
![]() |
| ini pintu lift, kayak pintu kapal deh, hehe |
Iseng-iseng aku
berjalan menyusuri koridor-koridor, bahkan nama-nama ruangannya pun terbilang
“unique”, seperti ruang durian, ruang belimbing, etc. Yang paling aku anggap
“unique” adalah lift-nya yang bener2 terlihat ke-kuno-annya (mengingatkanku
pada lift di kapal Titanic, hehe), tapi coba amati bener2 dech!! Bahkan
tombolnya pun masih sangat kuno.
Menyempatkan-lah
sejenak berpose di meja recepcionist “Graduate Scholl Bogor Agricultural
university”. Semenjak sebagian besar kampus dipindah ke Dramaga, Kampus di
Baranangsiang ini memang dikhususkan untuk pusat-pusat penelitian seperti PKBT
(Pusat Kajian Buah-buahan tropika), Seafast, dll. Suasana halamannya pun
adem..., ternaungi pepohonan. Sangat kontrast kalau sudah berjalan ke Botani
Square, tepat di sebelahnya.
Pemandangan yang
paling ‘Unique’ adalah moment “Hujan Salju” di depan halaman kampus BS
(Baranangsiang) dan di Kebun Raya Bogor. Mana ada hujan salju di Indonesia??
Pasti itu pertanyaannya. Simple... Nti klo ditunjukkan fotonya baru
terkagum-kagum J. Tentu bukan hujan salju betulan, tapi hujan “kapuk randu” karena
tepat di depan kampus BS terdapat pohon “randu” yang cukup lebat. Sehingga
tatkala kapuk randu itu mulai berbunga, tertiup angin, maka bertebaran-lah
warna putih kapuk yang dari kejauhan mirip salju.
Penasaran???
Maen-lah sekali-kali ke kampus IPB Baranangsiang, jangan melulu di Dramaga.
Atau masuklah IPB, biar lebih bisa menikmati “unique”-nya kota Bogor.
Hehehe....
Sewaktu masih SMA, saya
mendengar seseorang mengatakan kepada saya bahwa ikon Bogor itu ada 3, yaitu: Istana Bogor, Kebun Raya Bogor, dan Institut Pertanian Bogor. Ada benarnya perkataan itu,
sebab ketika disebut kata “Bogor”yang terbersit di kepala orang kebanyakan
adalah nama-nama tersebut.
Istana Bogor
Tentu menjadi hal yang istimewa
bagi suatu daerah, sebab di Indonesia hanya ada Istana Merdeka, Istana Negara, Istana Tampak Siring (Bali), Gedung Agung Yogyakarta, Istana Cipanas
dan Istana Bogor. Ini menjadi trademark tersendiri bagi Bogor. Pada akhirnya
ini adalah tempat paling akhir yang bisa saya kunjungi dalam rangka memenuhi
penjelajahan 3 Ikon Bogor tersebut, sebab Istana tak terbuka sepanjang waktu.
Beruntung pada akhirnya bisa ikut Istana Open (biasanya diselenggarakan
menyambut HUT Kota Bogor, sering-sering saja cari info, klik di internet juga
biasanya ada kok... ^^) di tingkat akhir masa kuliah saya di kota ini.
Sebelumnya, saya hanya berfoto dibalik danau Sri gunting dari dalam Kebun Raya
Bogor.
Kebun Raya Bogor
| Teman SMA and Me |
Sejarah mencatat bahwa Kebun
Raya Bogor didirikan semasa penjajahan Inggris oleh Thomas Stanford Raffles,
tentu itu sudah sejak lama. Kebun Raya Bogor sangat luas, dan penuh dengan
koleksi tanaman-tanaman langka dari berbagai penjuru dunia. Tempat ini menjadi
sarana objek wisata sekaligus merupakan konservasi bagi tanaman-tanaman langka
tersebut. Ini adalah lokasi pertama dari 3 ikon yang saya kunjungi pada saat
saya masih duduk di bangku kelas XI SMA dan saya telah mengunjungi tempat ini
lebih dari 3 kali.
Institut Pertanian Bogor
Sebagai ikon, tentunya tempat2
tersebut sangat menarik... Maka jangan ngaku menjelajahi Bogor kalau belum
menginjakkan kaki di Istana Bogor, Kebun Raya Bogor, dan Institut Pertanian
Bogor. Hehehe...
Sedikit mengulang materi yang pernah diperoleh di dastekben
(dasar dan teknologi benih) dan mendalami lebih spesifik Uji Vigor Benih
(pertanyaan praktikan bisa saja out of the box, sebanyak mungkin asisten harus
menguasai ilmu sehingga bisa menjawab pertanyaan2 unik praktikan :D )
Parameter viabilitas benih ada dua, yaitu:
- Viabilitas Potensial: Kemampuan benih untuk tumbuh berkecambah secara normal pada kondisi optimum (kisaran lingkungan terbatas).Tolak ukurnya adalah Daya berkecambah (DB), Potensi tumbuh maksimum, bobot kering kecambah normal (BKKN), Uji Tetrazolium, dsb.
- Vigor: Kemampuan benih untuk tumbuh dan berkecambah normal pada kondisi sub optimum (kisaran lingkungan luas). Tolak ukurnya adalah kecepatan tumbuh (Kct), T50, Indeks Vigor, keserempakan tumbuh, laju pertumbuhan kecambah, daya hantar listrik (DHL) atau coductivity test, accelerated ageing test, dll.
Contoh kondisi sub optimum adalah kondisi salin, cekaman
kekeringan, tanah masam (pH rendah), dll.
Tujuan pengujian vigor benih adalah:
- Memberikan informasi tentang planting value dalam kisaran lingkungan yang luas
- Memberikan informasi tambahan pada uji DB untuk membantu membedakan lot benih yang dapat berkecambah.
Uji Vigor Benih terhadap Kekeringan
dengan NaCl
Kenapa dilakukan Uji Vigor Benih terhadap kekeringan?
Ekstensifikasi pertanian sering mendapat hambatan karena
jumlah lahan yang sesuai untuk dijadikan lahan pertanian semakin terbatas.
Lahan yang terbatas ini selalu menjadi masalah, di satu sisi produksi tanaman
harus ditingkatkan untuk memenuhi ketahanan pangan, di lain sisi tanah dan
produktivitasnya bermasalah. Sebagian
tanah tersebut tidak sesuai dijadikan sebagai lahan pertanian karena adanya
faktor pembatas seperti tanah masam, salin, dll.
Di Indonesia semakin sering dijumpai tanah salin akibat
akumulasi garam yang tinggi di lapisan permukaan. Semua jenis tanah yang
tersebar di daerah arid dan semi arid serta sepanjang pesisir pantai dapat
berkembang menjadi tanah salin dengan akumulasi garam yang tinggi di lapisan
permukaan. Masalah salinitas timbul apabila konsentrasi NaCl, Na2CO3, Na2SO4
dan garam-garaman Mg terdapat dalam jumlah berlebihan. Garam NaCl adalah yang
paling dominan karena Natrium (Na+) akan terakumulasi pada lapisan tanah atas
dalam jumlah yang berlebihan.
|
Toleransi
tanaman terhadap salinitas tergantung pada jenis dan tingkat pertumbuhan
tanaman. Setiap tanaman mempunyai batas toleransi yang berbeda terhadap
salinitas. Tanaman pertanian sangat peka terhadap kandungan garam dalam
tanah. Benih yang ditanam di daerah dengan keadaan salinitas tinggi sangat
sulit atau tidak dapat berkecambah sama sekali. Tanah salin merupakan salah
satu jenis tanah marginal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman baik pada
fase perkecambahan maupun fase lainnya.
Pengaruh
salinitas terhadap perkecambahan mencakup dua hal, yaitu pengaruh tekanan
osmosis yang tinggi sehingga benih sulit menyerap air dan pengaruh kimia atau
keracunan ion-ion spesifik yang menyusun garam.
|
|
Kenapa digunakan NaCl?
Natrium Klorida yang dikenal sebagai garam dapur merupakan
garam yang paling mempengaruhi salinitas air laut dan cairan ekstraseluler
organisme multiseluler. Natrium Klorida dikenal juga sebagai garam yang
mempunyai tingkat osmotik tinggi. Kadar garam yang tinggi dapat menaikkan
tekanan osmosis (ingat apa itu osmosis? Kalau larutan diluar jaringan kadar
garam atau mengandung ion-ion yang lebih besar daripada larutan didalam
jaringan, maka larutan didalam jaringan tersebut akan mengalir keluar. Jadi
kalau itu benih, bukannya benih yang menyerap air dari luar tapi malah cairan
dalam benih yang tertarik keluar). Ini menghambat proses imbibisi benih,
sedangkan kita tahu kalau benih membutuhkan air untuk dapat berkecambah,
sehingga inilah yang menghambat benih bekecambah (dan mengapa disebut cekaman
kekeringan, karena benih terhambat proses imbibisinya).
Diterapkannya uji vigor dalam industri benih:
Dilakukannya ji vigor menambah biaya produksi dan waktu
pengujian menjadi lebih lama, sehingga harga benih menjadi lebih mahal. Jika
benih bervigor tinggi menghasilkan persentase tumbuh di lapang yang lebih besar
daripada benih bervigor rendah, penyulaman dan tertundanya waktu panen dapat
dicegah. Konsumen lebih rela membayar benih lebih tinggi jika benih yang mereka
beli bervigor tinggi.
Note:
Karena fungsi NaCl adalah menghambat imbibibisi, maka NaCl
dapat digunakan sebagai inhibitor pada benih rekalsitran.
Kenapa dihambat imbibisinya? Kita tahu tentunya kalau benih rekalsitran itu kandungan
airnya tinggi dan rentan terhadap penurunan kadar air, karena itu pula daya
simpannya rendah. Kadar air yang tinggi menyebabkan proses perkecambahannya
cepat terjadi, maka dalam penyimpanannya dapat menggunakan larutan NaCl untuk
menghambat terjadinya proses imbibisi, proses perkecambahan juga dihambat.
Apabila NaCl terlarut dalam air, maka air tesebut mempunyai
tingkat konsentrasi yang tinggi yang dapat menyerap kandungan air yang terdapat
dalam jaringan benih sehingga diperoleh keseimbangan kadar air pada benih
tersebut (ingat prinsip osmosis).
WARNING!!!
No copy-paste, hanya sekedar menambah pemahaman.
Kalau ketahuan copy-paste dr blog ini untuk tugas dan laporan dastekben, tugas
dan laporan g akan di nilai. Harap cantumkan sumber dalam laporan dan tugas
anda!
Menikmati sunset dan sunrise di sawah baru sangat menarik.
Cobalah sekali-kali menikmatinya dari Sawah Baru, tak kalah elok dengan sunset
di pantai Kuta dan sunrise dari Nusa Dua Bali. Hehehe,, di bayar berapa ni
promosi Sawah baru? Berharap suatu saat Sawah Baru akan menjadi agrovillage.
Sawah baru selalu mengingatkan akan padi. Karena kalau kita menyaksikan sebelah kanan dan kiri terbentang hijaunya padi :)
Cikabayan
merupakan lokasi favorit mahasiswa AGH, sebab sejak semeser 3 hingga semester 7
selalu ada praktikum disini. Selain itu, Cikabayan juga merupakan lokasi yang
tak pandang bulu, baik D3 (PKS Sinar Mas) hingga S1 pun melakukan kegiatan
praktikumnya disini.
CIKABAYAN ATAS
| Kantor Cikatas |
Pernah dengar merk teh "Cikatas" sewaktu kelas
Pasca Panen? Merupakan produk unggulan dari kebun teh Cikabayan atas (Cikatas),
hehehe... The limited production tea, hanya diproduksi setahun sekali di
semester ganjil saja :)
Disebut Cikabayan atas karena lokasinya memang tinggi, jika
dilanjutkan mengikuti arah jalan, akan ada tempat praktikum lagi yang disebut
Cikabayan bawah.
Dalam MK Teknik
Budidaya Tanaman, kami melakukan praktik
membuat teras yang luar biasa melelahkan sekali (karena muka kami memelas,
akhirnya dibelikanlah kami semua minuman aqua gelas oleh pak ade). Menanam LCC
(Legum Cover Crop) yang antara lain terdiri dari Calopogonium mucunoides, Pp
dan Puerium javanicum (entahlah, lupa apa itu kepanjangan dari Pp). Membuat 3
lubang tanam sawit 90 x 90 x 90 secara manual dan ukurannya harus benar2 pas
(haduh, kejam kali asisten praktikum itu, bahkan kami tak boleh pulang kalau
lubang tanam yang kami buat tak sempurna). Menanam kelapa sawit dan kami harus
mengangkatnya sendiri dari lokasi pembibitan yang cukup rumit (mendaki gunung
lewati lembah, alias lokasinya bergelombang), alamak...tak tau betapa beratnya
polibag berisi satu bibit tanaman sawit itu?. Kami juga belajar bagaimana
menentukan elevasi suatu lokasi dengan menggunakan teodolite di lokasi kebun Jarak. Sepanjang sejarah di AGH, praktikum
Tekbud adalah praktikum yang paling menyiksa :(
| Kebun Karet tempat kami praktikum |
Ilmu Tanaman Perkebunan mengajarkan kami pemeliharaan tanaman sawit dari TBM hingga
TM. Jangan lupa, pemeliharaan itu meliputi pemupukan hingga pengendalian gulma
sekalipun. Juga pembuatan teras bangku untuk masing-masing tanaman kelapa
sawit. Selain itu, kami juga belajar tentang kelapa. Mulai dari pembibitan
hingga penanaman. Karet jangan dilupakan juga, mulai dari penyadapan, okulasi
bahkan penanaman stek-nya pun tak luput dilakukan.
CIKABAYAN BAWAH
Terdapat banyak green house dan biasa digunakan untuk
penelitian. Selain itu, di sini terdapat kantor-kantor dan juga bibit
tanaman-tanaman seperti kelengkeng, rambutan, berbagai jenis jeruk, dll.
Di semester 3 kami memperoleh praktikum PIT
(Pengantar Ilmu Tanah) dan Dasgron (Dasar2 Agronomi)
disini. Praktikum PIT yang rada gabut, kemudian praktikum Dasgron bagian
pembibitan tanaman.
| Lantai Jemur Cikabayan Bawah |
Semester 4,
kami memperoleh Dashorti alias dasar-dasar
hortikultura yang juga dilaksanakan di
Cikabayan Atas. Praktikum dashorti ini menanam sayuran mulai dari sayur daun
hingga sayur yang diambil buahnya saja (ex. Terong dan cabe).
Semester 5,
kami menanam kedelai dalam Praktikum periode kritis tanaman dan penguasaan
sarana tumbuh MK Pengendalian Gulma. Hmm,, baru kali itu praktikum dimana kami kehilangan
tanaman contoh karena kalah bersaing oleh gulma.
| Green House |
Semester 6, MK Pembiakan Tanaman
berlangsung di lantai jemur dan ruangan yang terdapat disana dengan kursi yang
masih khas, yakni kursi besi. Pembiakan Tanaman tak ubahnya seperti pembibitan,
hanya saja dilakukan dari berbagai organ vegetatif tanaman. Yang paling jadi
kenangan adalah ketika kami melakukan okulasi, dan kelompok kami (saya, tri,
christ, fendry dan niken)berhasil semua hingga dipindahtanamkan ke polibag.
| Tempat Praktikum PIT |
Keyword: Cikabayan, Elaeis guineensis, Cococ nucifera, Hevea
brasiliensis, Camelia sinensis







